aafuady.com

Menuju ‘Smoke-Free’ Tahlilan

Diambil dari: https://www.flickr.com/photos/130075348@N08/23066439453

Di tahun 1990-an, saya menikmati fenomena rokok di rangkaian acara pernikahan. Saya masih kecil waktu itu, dan selalu bertanya-tanya mengapa ada rokok yang diselipkan di amplop undangan pernikahan. Jangan bayangkan undangan pernikahan yang mewah, tebal, wangi, dan dibubuhi tempat bonafid sebagai lokasi resepsi. Jangan! Undangannya sederhana, dibungkus amplop plastik transparan, dan menggembung jika tujuan penerimanya… Lanjutkan membaca Menuju ‘Smoke-Free’ Tahlilan

UJUD DISKRIMINASI

Saya menjenguk sejarah Apartheid di museum ini: Apartheid Museum di Johannesburg, Afrika Selatan. Sejak gerbang masuk, aura diskriminasi sudah kental. Dalam bentuknya yang paling klasik, diskriminasi berujud pada warna kulit. Anda hitam, dan saya putih. Putih superior, dan hitam inferior. Ada bentuk modern, ia tak lagi berujung di penjara, tapi pada rasa rendah diri yang… Lanjutkan membaca UJUD DISKRIMINASI

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Refleksi

BERKAWAN DENGAN KEMISKINAN (?)

Margareth Chan, Direktur Jenderal WHO, mengutip gambar kartun ini dalam sebuah pidatonya yang dipublikasi ulang di The Milbank Quarterly (http://onlinelibrary.wiley.com/…/10.11…/1468-0009.12238/epdf). Tentu, kartun ini adalah sarkasme simpulan beragam bukti ilmiah yang menunjukkan adanya tren peningkatan insidens diabetes mellitus (DM) atau penyakit gula yang berkorelasi dengan meningkatnya kemampuan finansial masyarakat. Tiongkok salah satunya, kemudian Amerika dan Indonesia,… Lanjutkan membaca BERKAWAN DENGAN KEMISKINAN (?)

INSENTIF LALAT

Pergilah ke bandara Schipol, dan akan Anda jumpai lalat di urinoir para lelaki. Ya, lalat. Yang semestinya ada di bak sampah dan tempat jorok. Sempat saya bertanya mengapa mereka memasang gambar lalat di urinoir para lelaki? Berterimakasihlah kepada para ekonom. Lalat-lalat itu hinggap lewat kelihaian matematika dan amatan yang seksama. Para lelaki seringkali abai ketika… Lanjutkan membaca INSENTIF LALAT

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Refleksi