Fikih Shalat

Setiap Sabtu malam, Indonesische Stichting Rotterdam (ISR) melaksanakan pengajian rutin yang dihadiri warga muslim Rotterdam, terutama yang berasal dari Indonesia dan keluarganya. Saya memberikan materi khusus mengenai fikih secara runut mulai dari fikih bersuci.

Karena banyaknya pemahaman mengenai fikih di tengah masyarakat yang multikultur, penting untuk membahasnya dalam perspektif yang luas dengan memaparkan berbagam pandangan tersebut yang dikenal dengan mazhab. Tujuannya bukan untuk mendalami perbandingan antar mazhab, tetapi untuk memberikan pandangan yang luas sehingga jamaah dapat bersikap bijaksana dalam menghadapi perbedaan tata cara ibadah dan hukumnya, serta tidak mudah memberikan vonis kepada yang berbeda pemahaman dengannya. Hal penting lainnya yang ditekankan dalam melaksanakan ibadah adalah memahami landasan mengapa seseorang melakukannya dan mengapa orang lain mungkin melakukan hal yang berbeda dengannya.

beberapa referensi kitab yang dipakai dapat dilihat di bagian sebelumnya: “Fikih Bersuci”.

Agar dapat diakses dan menjadi pembelajaran di rumah masing-masing, maka dokumentasi materi ditampilkan di sini sesuai urutan penyampaiannya. Materi dalam Ms Power point disusun dalam dwibahasa, Bahasa Indonesia dan Inggris. Saya unggah dalam bentuk Ms Power Point agar dapat diakses dan dimanfaatkan siapapun, termasuk terbuka bagi yang ingin mereproduksinya, mengoreksinya, atau menyempurnakannya.

Materi akan secara rutin diunggah satu per satu di bawah ini.

Materi 1: Waktu-waktu shalat

Unduh materi –> Waktu-waktu Shalat

Materi 2: Gerakan dan Bacaan Shalat

Unduh materi –> Shalat

Materi 3: Sujud Sahwi

Unduh materi –> Sujud Sahwi

Materi 4: Hal-hal Makruh dalam Shalat

Unduh materi –> Hal-Hal Makruh dalam Shalat

Materi 5: Hal-hal yang Membatalkan Shalat

Unduh materi –> Pembatal Shalat

Materi 6: Shalat Berjamaah

Unduh materi –> Shalat Berjama_ah

Iklan

2 tanggapan untuk “Fikih Shalat”

  1. Assalamu’alaikum.
    Ustadz Fuad terimakasih untuk materinya, InsyaAllah bermanfaat untuk kami. Saya ingin mengajukan pertanyaan terkait materi hal-hal yang makruh dalam sholat.

    Pada slide dituliskan meletakkan lengan di atas tanah saat sujud. Apakah artinya hanya telapak tangan yg boleh diletakkan d atas tanah? Mohon dijelaskan lagi lebih detail mengenài posisi sujud yang benar.
    Selain itu, apakah ketentuan itu juga berlaku untuk laki-laki dan perempuan?

    Terimakasih.

    Salam,
    Eva Nurlatifah

    Suka

    1. Alaikumussalam.

      Ya, ulama bersepakat bahwa meletakkan lengan bawah (sampai siku) ke tempat sujud hukumnya makruh. Yang menempel ke tempat sujud hanya telapak tangan, dan jari-jari menghadap ke kiblat. Demikian. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat di slide Shalat.

      Salam,
      Fuady

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s