Semua tulisan dari aafuady

hanya ahmad fuady yang ingin berkisah tentang apa yang berkecamuk dalam dirinya. suka menolong orang sehingga ia disebut dokter, suka menulis sehingga ada yang menyebutnya penulis, suka mengajar dan ada yang memanggilnya dosen, suka meneliti maka dianggaplah ia peneliti, juga suka pada istri dan anaknya maka ia dipanggil Buya.

Benarkah Covid Menular Lewat Udara?

Banyak yang bertanya apakah benar virus corona Sars-Cov2 ini sekarang sudah bermutasi menjadi lebih ganas dan dapat menular lewat udara bebas? Bagaimana bukti ilmiahnya dalam laporan-laporan yang dipublikasikan? Setujukah dengan rekomendasi WHO terakhir terkait hal ini?

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) sudah mengeluarkan surat himbauan terkait hal tersebut. Silakan unduh di sini: Surat Himbauan PDPI Update Transmisi COVID-19.

Mari kita bahas santai bagaimana sih sebenarnya kondisi terakhir penularan Covid ini? Apa benar melalui udara? Simak penjelasannya di video ini.

Membuka Kembali Sekolah: Strategi Alternatif

Membuka kembali aktivitas sekolah bukanlah keputusan yang mudah. Polarisasi kepentingan dan pendapat sangat mungkin terjadi. Di satu sisi, menutup sekolah dapat memperlambat dan menurunkan risiko transmisi penyakit pada anak-anak. Tetapi, dengan telah dilonggarkannya mobilisasi penduduk secara umum, risiko itu sebenarnya tetap tinggi meskipun sekolah ditutup. Berdasarkan asumsi ilmiah, transmisi COVID-19 pada anak justru lebih banyak terjadi dari interaksi mereka dengan orang dewasa di rumah dan kerumunan. Padahal, risiko lain juga mengintai: risiko perlambatan edukasi dan pembelajaran, serta kondisi mental, sosial, dan perkembangan dalam jangka panjang.

Lanjutkan membaca Membuka Kembali Sekolah: Strategi Alternatif

COVID-19 pada Anak Usia Sekolah: Waswas?

Menjawab soal kapan sekolah dibuka kembali dan kapan harus ditutup adalah persoalan yang sangat sensitif. Ini bukan hanya persoalan makroekonomi, kesenjangan antar kelompok masyarakat – yang keduanya terasa amat jauh dari kehidupan sehari-hari banyak orangtua. Persoalan ini justru seringkali menyangkut kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan anak-anaknya. Tak ada orangtua yang dapat dengan tenang melepas anak-anaknya masuk dalam kolam risiko infeksi COVID-19.

Lanjutkan membaca COVID-19 pada Anak Usia Sekolah: Waswas?

COVID-19, Penutupan Sekolah, dan Krisis Sosial

Semenjak COVID-19 menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia, banyak negara mengambil langkah cepat untuk menghambat transmisi penyakit dengan membatasi mobilitas manusia. Salah satu yang kerap dilakukan adalah menutup sekolah – dan anak-anak menjadi populasi terdampak karena strategi ini. Tujuan awalnya sebenarnya jelas: transmisi diperlambat dan beban layanan kesehatan ditahan agar tidak katastrofik.[1]

Lanjutkan membaca COVID-19, Penutupan Sekolah, dan Krisis Sosial

Jakarta dan Kue Tar Ulang Tahunnya

Saya sudah lupa bagaimana meniup lilin di atas kue tar ulang tahun Jakarta yang makin tua. Ah, tapi apakah kota ini masih menyimpan kue tar yang lilinnya kita tiup bersama-sama sambil menyanyikan lagu ulang tahun – hip hip hurray itu? Barangkali kita sudah lupa bagaimana caranya menyulut api kecil yang secara gembira kita tiup habis dengan hembusan angin lembut dari mulut kita. Kita lebih senang mengobarkan api hingga besar dan membakar apa saja yang ingin kita hanguskan.

Lanjutkan membaca Jakarta dan Kue Tar Ulang Tahunnya

Tsunami Ilmu COVID-19 dan Problemnya

Pekan lalu, Lancet dan New English Journal Medicine (NEJM) – dua jurnal medis terkemuka – menarik kembali artikel yang telah dipublikasikan di platform jurnal mereka. Persoalannya sama, dua artikel yang diterbitkan dan ditulis oleh beberapa penulis yang sama ternyata dianggap memiliki kecacatan data karena tidak dapat dipertanggungjawabkan. Banyak saintis mempertanyakan kebenaran dan kejujuran data yang dianalisis oleh Surgisphere Corporation – perusahaan yang mengklaim sebagai perusahaan data dan memiliki database multinasional terkait COVID-19.

Lanjutkan membaca Tsunami Ilmu COVID-19 dan Problemnya

Beriman Kepada Corona (1)

Apa yang kita pahami tentang coronavirus barangkali baru seujungkuku pengetahuan coronavirus yang sebenarnya. Kita merasa telah berhasil sebagai manusia – makhluk paling super di muka bumi – ketika satu per satu epidemi kita tuntaskan dengan cepat. Kaum cerdik cendikia dan politisi dapat berbangga dengan itu semua; sedangkan kaum jelata cukup membanggakan mereka yang dengan kepandaian dan kecepatan gerak kebijakannya berhasil membuat napas proletar dapat bertahan lebih lama.

Lanjutkan membaca Beriman Kepada Corona (1)

Kening Taat, Lidah Fitnah

Pada suatu subuh, Muadz menjadi imam shalat fajr di masjid. Seorang lelaki Arab menjadi makmum di belakang Muadz. Rakaat pertama Muadz terasa panjang. Lelaki Arab itu tampak kepayahan dan berusaha sekuat mungkin untuk bertahan berdiri. Gelisah, barangkali. Namun, di rakaat kedua, ia tak lagi tahan. Ia mufaraqah. Berpisah dari rombongan. Keluar dari jamaah. Ia memutuskan shalat sendirian, tak lagi bermakmum kepada Muadz yang masih menjadi imam shalat di depan.

Lanjutkan membaca Kening Taat, Lidah Fitnah