Semua tulisan dari aafuady

hanya ahmad fuady yang ingin berkisah tentang apa yang berkecamuk dalam dirinya. suka menolong orang sehingga ia disebut dokter, suka menulis sehingga ada yang menyebutnya penulis, suka mengajar dan ada yang memanggilnya dosen, suka meneliti maka dianggaplah ia peneliti, juga suka pada istri dan anaknya maka ia dipanggil Buya.

Sunyi Suara Dokter

Presiden Jokowi resmi menunjuk Dr Terawan Agus Putranto, SpRad (TAP) menjadi Menteri Kesehatan periode 2019-2024. Keputusan yang menimbulkan banyak tanda tanya di kalangan dokter, bahkan setelah Majelis Kode Etik kedokteran (MKEK) dikabarkan telah mengirimkan saran penolakan terhadap penunjukan tersebut. Bagi kalangan dokter secara umum yang mengikuti fatwa MKEK, TAP dinilai bercela. Tapi, tidak sedikit pula yang mendukung dan bersuka cita, terutama mereka yang pernah mendapat imbas positif dari metode Digital Substraction Angyography (DSA) -nya yang terkenal.

Lanjutkan membaca Sunyi Suara Dokter

Iklan

Cash Back Gopay: Haram?

Banyak pertanyaan bermunculan mengenai topik ini, terlebih setelah beberapa video pengajian beredar melalui media sosial. Masing-masing tokoh agama mengeluarkan fatwa dan opininya. Para pengikutnya mengamplifikasi opini tersebut, bahkan kadang disertai teks bertendensi menyerang atau bantahan penuh sindiran. Pusing? Kata anak jaman milenial: “Harus gimana akutu?”

Lanjutkan membaca Cash Back Gopay: Haram?

Lebih, Lebih dan Lebih

Pada tahun 9 H, Islam bukan kelompok kecil yang mudah di-bully, ditakut-takuti, dan disiksa. Islam telah berubah menjadi kekuatan yang superior di jazirah Arab. Bukan lagi sekadar Madinah, kekuasaannya telah meluas jauh, tentaranya telah memenangi pertempuran jauh dari rumah-rumah mereka. Harta rampasan perang mulai melimpah. Muhammad ﷺ tak lagi jadi pusat cibiran sebagai tukang sihir dan orang gila, tetapi musuh politik paling berbahaya bagi mereka yang terancam kuasanya.

Lanjutkan membaca Lebih, Lebih dan Lebih

Iuran BPJS Naik, Setuju? (Bagian-4, Habis)

Pemerintah menyadari bahwa neraca keuangan dana jaminan sosial tak sehat. Kenaikan iuran peserta mandiri BPJS tak lagi terelakkan dan menjadi salah satu langkah kuratif jangka pendek. Tetapi, kenaikan itu sendiri menghadirkan persoalan lain yang tak dipikirkan dengan matang sebelumnya. Lalu, langkah apa yang seharusnya dilakukan?

Lanjutkan membaca Iuran BPJS Naik, Setuju? (Bagian-4, Habis)

Khatam Mushaf, Tak Khatam Ayat

Di sekitaran Mekkah, tempat Muhammad ﷺ tumbuh besar, Quraisy tak banyak ambil pusing dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Tetapi, tidak dengan Muhammad ﷺ. Tak peduli bahwa Muhammad sebelumnya adalah orang yang paling mereka percayai untuk dimintakan pendapatnya, Muhammad yang memulai menyebarkan ajaran tauhid adalah Muhammad yang sudah berbeda sama sekali di mata pandang mereka. Muhammad kali itu telah menjadi Muhammad sang penyair, tukang sihir, dan orang gila.

Lanjutkan membaca Khatam Mushaf, Tak Khatam Ayat

Iuran BPJS Naik, Setuju? (Bagian-2)

Kenaikan iuran peserta mandiri BPJS Kesehatan memang hampir tak terelakkan. Data yang tersedia menunjukkan dua hal penting. Pertama, pemanfaatan layanan kesehatan dan klaim jaminan kesehatan yang eksesif tidak diimbangi dengan pembayaran yang memadai dari peserta mandiri BPJS Kesehatan. Kedua, beratnya beban BPJS Kesehatan untuk menanggung defisit yang terus menumpuk.

Lanjutkan membaca Iuran BPJS Naik, Setuju? (Bagian-2)

Negeri Lapar dan Takut

Jika dirangkum semua keinginan, ambisi, target, dan kesenangan yang berupaya dihimpun manusia, ada dua saripatinya: makan dan rasa aman. Abraham Maslow boleh berbangga karena telah menempatkan keduanya pada teori piramida kebutuhan fundamental manusia. Memang, ia benar dan sesuai apa yang Allah ﷻ firmankan –lepas dari apakah Maslow sempat membaca surat Quraisy atau tidak.

Lanjutkan membaca Negeri Lapar dan Takut