Arsip Kategori: Catatan Kamis

Lebih, Lebih dan Lebih

Pada tahun 9 H, Islam bukan kelompok kecil yang mudah di-bully, ditakut-takuti, dan disiksa. Islam telah berubah menjadi kekuatan yang superior di jazirah Arab. Bukan lagi sekadar Madinah, kekuasaannya telah meluas jauh, tentaranya telah memenangi pertempuran jauh dari rumah-rumah mereka. Harta rampasan perang mulai melimpah. Muhammad ﷺ tak lagi jadi pusat cibiran sebagai tukang sihir dan orang gila, tetapi musuh politik paling berbahaya bagi mereka yang terancam kuasanya.

Lanjutkan membaca Lebih, Lebih dan Lebih

Iklan

Khatam Mushaf, Tak Khatam Ayat

Di sekitaran Mekkah, tempat Muhammad ﷺ tumbuh besar, Quraisy tak banyak ambil pusing dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Tetapi, tidak dengan Muhammad ﷺ. Tak peduli bahwa Muhammad sebelumnya adalah orang yang paling mereka percayai untuk dimintakan pendapatnya, Muhammad yang memulai menyebarkan ajaran tauhid adalah Muhammad yang sudah berbeda sama sekali di mata pandang mereka. Muhammad kali itu telah menjadi Muhammad sang penyair, tukang sihir, dan orang gila.

Lanjutkan membaca Khatam Mushaf, Tak Khatam Ayat

Negeri Lapar dan Takut

Jika dirangkum semua keinginan, ambisi, target, dan kesenangan yang berupaya dihimpun manusia, ada dua saripatinya: makan dan rasa aman. Abraham Maslow boleh berbangga karena telah menempatkan keduanya pada teori piramida kebutuhan fundamental manusia. Memang, ia benar dan sesuai apa yang Allah ﷻ firmankan –lepas dari apakah Maslow sempat membaca surat Quraisy atau tidak.

Lanjutkan membaca Negeri Lapar dan Takut