Arsip Kategori: Catatan Ramadhan

Harga Khianat

Selepas Quraisy pulang ke Mekkah, pasukan Muhammad ﷺ kembali masuk ke kota Madinah dan bersiap menyelesaikan persoalan lain yang tak kalah rumit. Oposisi yang sengit di dalam kota: Bani Quraizah. Mereka diam-diam telah berkhianat, mengacak-acak perjanjian damai Madinah, dan mencoba menusuk pasukan muslimin dari belakang. Meski kelelahan masih mendera kaum muslimin, sepasukan orang diminta Muhammad ﷺ untuk berangkat ke Bani Quraizah. “Shalat ashar-lah kalian di Bani Quraizah!” kata Rasulullah ﷺ memberi pesan perjalanan – yang kemudian tercatat dalam perkara perbedaan pendapat fikih para ulama. Rasulullah ﷺ sendiri berangkat pada rombongan berikutnya.

Lanjutkan membaca Harga Khianat

Geliat Purbasangka

Sudah satu bulan kaum muslimin terkepung di kotanya sendiri, Madinah. Mereka tak dapat keluar, tak mampu leluasa beraktivitas. Meski hasil kebun dan ladang sudah ditumpuk dan dibawa masuk ke kota, persediaan yang banyak itu akhirnya menipis. Masih teringat jelas di kepala mereka bagaimana sebulan lalu hampir setiap laki-laki ikut menyumbang tenaga dan keringatnya untuk menggali parit besar di sisi utara kota. Mereka tertawa, riang gembira. Muhammad ﷺ, pemimpin mereka, bukan saja ikut masuk parit besar itu, tetapi bersama yang lain menggalinya, mencucurkan keringat terbaiknya, menumpahkan kuras tenaganya dengan senyuman terbaik di hadapan orang-orang yang semula gentar mendengar kabar seribu pasukan tengah berjalan dan akan menyerang Madinah.

Lanjutkan membaca Geliat Purbasangka

Parit Salman

Berita tak cukup baik kembali datang. Sepuluh ribu pasukan tengah bersiap menuju Madinah hari itu. Sedangkan Muhammad ﷺ, dalam situasi yang belum benar-benar membaik selepas Uhud, hanya memiliki tiga ribu pasukan yang siap diandalkan. Satu banding tiga. Hanya kecerobohan yang membuat Muhammad ﷺ terpancing keluar Madinah dan melakukan pertempuran terbuka. Melihat situasi yang tidak bersahabat itu, para sahabat pun dikumpulkan.

Lanjutkan membaca Parit Salman

Penjaga Rumah Allah

Sepasukan tentara, siang itu, tiba di Al Maghmas – sebuah daerah tak jauh di pinggiran kota Mekkah. Bekas debu Yaman di pakaian mereka hampir hilang setelah menempuh perjalanan panjang hingga ke Thaif, dan kini menjelang Mekkah. Satu per satu tentara turun merampas ternak yang ada di sekelilingnya, termasuk dua ratu unta milik Abdul Muthallib, seorang pemuka suku terpandang di kota Mekkah.

Lanjutkan membaca Penjaga Rumah Allah

Menyikapi Perbedaan Pendapat Ulama

Tulisan kedelapan dari rangkaian tulisan “Jangan Tanya Ustadz YouTube”

Secara sederhana, ada dua sumber hukum primer dalam Islam, yaitu Al Qur’an dan Hadits. Meski keduanya merupakan sumber hukum primer, bukan keduanya menjelaskan semua persoalan hidup manusia di dalamnya secara detail. Al Qur’an, betatapun ia hadir sebagai jalan petunjuk, bukanlah sebuah kitab hukum yang menetapkan status satu zat atau perbuatan. Bahkan, karena sifatnya yang memberikan pedoman umum, seringkali ada perbedaan pendapat antar ulama mengenai tafsir satu ayat Al Quran dan konsekuensi hukum darinya. Maka, ia membutuhkan penerang dan penafsir. Ada kalanya, satu ayat Al Quran ditafsirkan dan diterangkan oleh ayat lainnya. Ada kalanya pula ayat Al Qur’an dijelaskan melalui hadits Rasulullah ﷺ.

Lanjutkan membaca Menyikapi Perbedaan Pendapat Ulama

Arif Menyikapi Perbedaan

Untuk pertanyaan tipe kedua, setiap ustadz tentu memiliki pandangannya tersendiri tentang suatu permasalahan. Menjawab masalah khilafiyah sesuai dengan keyakinan pendapatnya tentu saja tidak keliru. Persoalannya di zaman lesat seperti ini – dan penyebaran videonya diamplifikasi sendiri, diintensikan dan didesain untuk disebar, atau dibiarkan terekam dan tersebar oleh ustadz dan jajarannya – membutuhkan kearifan. Ustadz tidak lagi sekadar berada di depan jamaahnya yang siap dan ridha dengan kucuran ilmu agama yang diberikannya. Rekaman ceramah dan jawaban agamanya dapat tersebar seantero dunia, baik kepada yang mengenalnya atau tidak mengenalnya, yang sependapat atau berseberangan pendapat dengannya, yang siap menerima atau menolak pendapatnya, dan yang mencintainya atau membencinya.

Pada situasi ini, setiap jawaban menjadi rumit. Benarkah?

Lanjutkan membaca Arif Menyikapi Perbedaan

Jebakan Sesi Tanya Jawab Ustadz

Tulisan kelima dari rangkaian tulisan “Jangan Tanya Ustadz YouTube”.

Pada banyak kesempatan kajian yang ada, ada beban yang mengintip dari lubang tak kasat mata. Begitu banyaknya pilihan kajian menimbulkan dua persoalan mendasar bagi masyarakat awam: kebingungan dan perseteruan. Terkadang kedua persoalan mendasar itu muncul dari kajian yang dibawakan. Tetapi, umumnya, beban tak kasat mata muncul dari sesi tanya jawab yang disediakan para ustadz dan panitia.

Lanjutkan membaca Jebakan Sesi Tanya Jawab Ustadz