Arsip Kategori: Health Policy

Menagih ‘Syariah’-nya BPJS

Dua setengah tahun yang lalu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial untuk Kesehatan (BPJS-K) dirundung polemik publik mengenai status jaminan kesehatan yang dianggap haram. Saya segera mendatangi Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat itu dan berdiskusi sebelum akhirnya opini saya dimuat ke publik oleh Republika.

Baca: BPJS Pascafatwa MUI

Isu yang muncul ke permukaan pada saat itu fokus pada riba, maysir, dan gharar, dan saya berusaha menekankan agar perbaikan yang dilakukan harus melebih spektrum tiga isu tersebut, termasuk memastikan bahwa penyelenggaraannya berasaskan keadilan dan menghindari segala macam kezaliman.

Lanjutkan membaca Menagih ‘Syariah’-nya BPJS

Iklan

BPJS, “Waiting for Loss” Agency?

The implementation of universal health coverage scheme in Indonesia called Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), raises people’s hope for better access to health service. However, after its four years implementation, the Social Security Agency for Health (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial-Kesehatan) has had to deal with the constant budget problem.

Lanjutkan membaca BPJS, “Waiting for Loss” Agency?

Hilang Arah JKN

Tulisan ini dimuat di Opini Harian KOMPAS, 4 Desember 2017

WhatsApp Image 2017-12-04 at 5.17.19 AM

 

Menjelang akhir tahun keempatnya, Jaminan Kesehatan Nasional masih bergelut dengan defisit anggaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan yang meningkat hingga Rp 9 Triliun di tahun 2017. Usulan mutakhir BPJS-K untuk membagi beban biaya (cost sharing) bersama peserta untuk delapan penyakit katastrofik yang dianggap memakan biaya tinggi tergolong mengejutkan.

Lanjutkan membaca Hilang Arah JKN

Terorisme Pengobatan Alternatif

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Jakarta akhirnya memanggil lima stasiun swasta yang menayangkan acara dan iklan pengobatan alternatif yang diduga melanggar peraturan kesehatan. Di titik ini, Kementerian Kesehatan telah mengambil langkah cepat dengan menerima pengaduan masyarakat dan melanjutkan laporannya sekaligus menyebarkan rilis informasi ke masyarakat mengenai kesalahan dan pelanggaran ini. Namun, selesaikah permasalahannya?

Lanjutkan membaca Terorisme Pengobatan Alternatif

Politik Para Dokter

Sebuah film berbahasa Denmark, “En Kongelig Affaere (A Royal Affair)”, membuat saya menelusuri lagi liku politik para dokter. Johan Friedrich Struensee (1737-1772), seorang dokter Jerman, ditunjuk menjadi dokter kerajaan bagi Raja Christian VII Denmark yang memiliki masalah mental. Dengan trik politiknya, ia berhasil menjadi raja ‘de facto’ dengan menggiring opini raja menjadi kebijakan krusial yang mendukung ide Enlightenment-nya yang dipengaruhi pemikiran Jean-Jacques Rousseau. Manuver politiknya berhasil mematahkan dominasi para bangsawan di sekitar raja yang kebijakannya mencekik rakyat dan hanya menguntungkan kaum bangsawan.

Lanjutkan membaca Politik Para Dokter

Menuju ‘Smoke-Free’ Tahlilan

Di tahun 1990-an, saya menikmati fenomena rokok di rangkaian acara pernikahan. Saya masih kecil waktu itu, dan selalu bertanya-tanya mengapa ada rokok yang diselipkan di amplop undangan pernikahan. Jangan bayangkan undangan pernikahan yang mewah, tebal, wangi, dan dibubuhi tempat bonafid sebagai lokasi resepsi. Jangan! Undangannya sederhana, dibungkus amplop plastik transparan, dan menggembung jika tujuan penerimanya adalah para lelaki. Ya, menggembung karena di dalamnya ada satu-dua batang rokok yang diselipkan.

Dari undangan itu anda akan tahu seberapa royal dan seberapa tinggi derajat ekonomi si pengundang. Anda dapat dengan mudah membedakan antara pengundang yang menyelipkan rokok kretek dengan mereka yang menyelipkan rokok filter. Dengan begitu, anda juga bisa mulai mengira-ngira seberapa megah makanan yang disajikan nanti saat resepsi. Ya, meskipun tidak mutlak, korelasinya cukup kuat.

Lanjutkan membaca Menuju ‘Smoke-Free’ Tahlilan

BERKAWAN DENGAN KEMISKINAN (?)

Margareth Chan, Direktur Jenderal WHO, mengutip gambar kartun ini dalam sebuah pidatonya yang dipublikasi ulang di The Milbank Quarterly (http://onlinelibrary.wiley.com/…/10.11…/1468-0009.12238/epdf). Tentu, kartun ini adalah sarkasme simpulan beragam bukti ilmiah yang menunjukkan adanya tren peningkatan insidens diabetes mellitus (DM) atau penyakit gula yang berkorelasi dengan meningkatnya kemampuan finansial masyarakat. Tiongkok salah satunya, kemudian Amerika dan Indonesia, yang menghadapi ancaman DM masa depan dengan semakin banyaknya anak-anak yang mengalami obesitas sejak dini.

Lanjutkan membaca BERKAWAN DENGAN KEMISKINAN (?)

World Tuberculosis Day: Why Indonesia badly needs ‘anti-poverty drug’

Tulisan opini saya di The Jakarta Post pada Hari Tuberkulosis Dunia, 24 Maret 2017.

Link asli di sini.

2016_11_18_16256_1479434460._large

Who should be blamed for Indonesia being ranked second in tuberculosis (TB) incidence worldwide? Despite the achievement toward the Millennium Development Goals (MDGs) in 2015, the declining incidence of TB has shown a slowing pace. And, the question remains: will we achieve the target for zero TB incidences in 2035?

Lanjutkan membaca World Tuberculosis Day: Why Indonesia badly needs ‘anti-poverty drug’

[BUKU] Jaminan Kesehatan Universal dan Pemenuhan Hak Kesehatan

Buku kecil yang berupaya memberikan pemahaman dasar mengenai universal health coverage (jaminan kesehatan universal) dan implementasinya di Indonesia. Saya menggunakan kata ‘universal’, bukan ‘semesta’ atau ‘nasional’ untuk membedakan antara prinsip dan teknis implementasi. Ditulis di tahun 2013, buku ini masih membahas persiapan Indonesia menuju implementasi Jaminan Kesehatan Nasional dan belum banyak membahas teknis implementasi dan problematikanya. Semoga mencerahkan.

Lanjutkan membaca [BUKU] Jaminan Kesehatan Universal dan Pemenuhan Hak Kesehatan

Sumbat Komunikasi Dokter Layanan Primer

Dua hal besar dalam pergolakan ini yang harus ditekan: ketergesa-gesaan dan kekhawatiran terhadap perubahan. Perubahan tidak dapat disangkal sebagai sebuah keniscayaan pada zaman yang melaju begitu cepat. Namun, keterburu-buruan untuk berubah hanya akan mengosongkan hasil. Ketakutan dan kekhawatiran kita pada perubahan, di sisi yang lain, juga tidak akan membuat kita beranjak dari manapun. Jumud.

find-the-best-primary-care-service-for-your-better-health

Lanjutkan membaca Sumbat Komunikasi Dokter Layanan Primer

Dokter Layanan Primer dan Jebakan Spesialis

JKN sesungguhnya tengah menyadarkan apa yang sebenarnya perlu dilakukan untuk kembali kepada filosofi layanan kesehatan yang ideal, terlepas dari berbagai kekurangan teknis yang masih belum konsisten antara konsep dan praktik. Penguatan layanan primer penting dan sangat dibutuhkan. Pertanyaan mutakhirnya kemudian, “Apakah dibutuhkan ‘spesialis’ baru di layanan primer yang dapat menunjang perbaikan sistem secara menyeluruh?”

primarycare

Lanjutkan membaca Dokter Layanan Primer dan Jebakan Spesialis