Arsip Kategori: Marsose dan Cing Aji

Jongos Bukan Pembantu?

Baru sore ini Bang Jali ikut duduk-duduk di depan rumah Cing Aji. Biasanya, Bang Jali pulang larut malam. Jangankan buat mengobrol santai di rumah Cing Aji, mengobrol dengan anak istri saja susahnya bukan main. Pergi sebelum matahari terbit, pulang sesudah semua orang tidur.

Lanjutkan membaca Jongos Bukan Pembantu?

Iklan

Prasmanan, Makan a la Orang Perancis

Cing Aji lagi sibuk bukan kepalang. Anaknya yang ketiga mau disunat untuk yang, insya Allah, pertama kali dan sekali-kalinya ini saja. Marsose yang harus menjadi tetangga yang baik, sholeh dan suka menolong ikut terlibat dalam persiapan yang lebih mirip kawinan. Tenda dipasang, pelaminan disiapkan. Lebih-lebih, ondel-ondel dan delman sudah siap mengarak anak yang besok akan menempuh bentuk barunya itu. Hanya saja, tidak ada penghulu. Repot urusannya kalau sunat pakai ijab qabul, “Saya terima …..” Yang ada malah si anak jejeritan sambil tangan-kakinya dipegang dari tujuh penjuru mata angin.

Lanjutkan membaca Prasmanan, Makan a la Orang Perancis