Arsip Kategori: Pengajian

Mengajak Keluarga untuk Taat

Rekaman pemantik diskusi Ramadhan Pengajian Pemuda Muslim Eropa Rotterdam via Facebook Live (10 Mei 2020)

Simpang Rasa Takut

Apakah ketakutan kita akan serangan, kekalahan, kesakitan, dan kecelakaan harus serta merta dipertentangkan dengan ketundukan dan kepasrahan kita kepada Allah? Apakah ketaatan yang kita sempurnakan selalu berbanding terbalik dengan kewaspadaan dan kekhawatiran?

Lanjutkan membaca Simpang Rasa Takut

Menyikapi Perbedaan Pendapat Ulama

Tulisan kedelapan dari rangkaian tulisan “Jangan Tanya Ustadz YouTube”

Secara sederhana, ada dua sumber hukum primer dalam Islam, yaitu Al Qur’an dan Hadits. Meski keduanya merupakan sumber hukum primer, bukan keduanya menjelaskan semua persoalan hidup manusia di dalamnya secara detail. Al Qur’an, betatapun ia hadir sebagai jalan petunjuk, bukanlah sebuah kitab hukum yang menetapkan status satu zat atau perbuatan. Bahkan, karena sifatnya yang memberikan pedoman umum, seringkali ada perbedaan pendapat antar ulama mengenai tafsir satu ayat Al Quran dan konsekuensi hukum darinya. Maka, ia membutuhkan penerang dan penafsir. Ada kalanya, satu ayat Al Quran ditafsirkan dan diterangkan oleh ayat lainnya. Ada kalanya pula ayat Al Qur’an dijelaskan melalui hadits Rasulullah ﷺ.

Lanjutkan membaca Menyikapi Perbedaan Pendapat Ulama

Arif Menyikapi Perbedaan

Untuk pertanyaan tipe kedua, setiap ustadz tentu memiliki pandangannya tersendiri tentang suatu permasalahan. Menjawab masalah khilafiyah sesuai dengan keyakinan pendapatnya tentu saja tidak keliru. Persoalannya di zaman lesat seperti ini – dan penyebaran videonya diamplifikasi sendiri, diintensikan dan didesain untuk disebar, atau dibiarkan terekam dan tersebar oleh ustadz dan jajarannya – membutuhkan kearifan. Ustadz tidak lagi sekadar berada di depan jamaahnya yang siap dan ridha dengan kucuran ilmu agama yang diberikannya. Rekaman ceramah dan jawaban agamanya dapat tersebar seantero dunia, baik kepada yang mengenalnya atau tidak mengenalnya, yang sependapat atau berseberangan pendapat dengannya, yang siap menerima atau menolak pendapatnya, dan yang mencintainya atau membencinya.

Pada situasi ini, setiap jawaban menjadi rumit. Benarkah?

Lanjutkan membaca Arif Menyikapi Perbedaan

Jebakan Sesi Tanya Jawab Ustadz

Tulisan kelima dari rangkaian tulisan “Jangan Tanya Ustadz YouTube”.

Pada banyak kesempatan kajian yang ada, ada beban yang mengintip dari lubang tak kasat mata. Begitu banyaknya pilihan kajian menimbulkan dua persoalan mendasar bagi masyarakat awam: kebingungan dan perseteruan. Terkadang kedua persoalan mendasar itu muncul dari kajian yang dibawakan. Tetapi, umumnya, beban tak kasat mata muncul dari sesi tanya jawab yang disediakan para ustadz dan panitia.

Lanjutkan membaca Jebakan Sesi Tanya Jawab Ustadz

Jangan Tanya Ustadz YouTube (2)

Fenomena gairah belajar keagamaan ini memang membelukar sedemikian dahsyat. Bukan hanya pada salinan video di dalam gawai, majelis-majelis riil dengan tatap muka pun makin bergairah dari hari ke hari. Seperti ada dahaga spiritual di tengah arus zaman yang kering, orang-orang kini menggeser perilaku kesehariannya. Pada terma populer, mereka menyebutnya sebagai ‘hijrah’.

Lanjutkan membaca Jangan Tanya Ustadz YouTube (2)

Jangan Tanya Ustadz YouTube (1)

Banyak pertanyaan dalam diskusi pengajian yang muncul dan dimulai dengan kalimat, “Kemarin saya lihat ada ceramah di YouTube begini dan begitu.” Bukan hanya di sesi diskusi pengajian, pertanyaan semacam itu kerap kali hadir dalam obrolan grup media sosial. Tautan video dan gambar nasihat bergulir dari satu tangan ke tangan lain dengan cepat. Viral. Jumlahnya di luar sana – yang tak terjangkau oleh mata dan telinga saya – barangkali jauh lebih banyak. Pertanyaan itu kemudian disambut dengan pertanyaan lain, “Benarkah begitu?” Bahkan, bukan tak mungkin jika pertanyaan-pertanyaan itu diselingi dengan ejekan orang yang mengunggahnya karena tidak sesuai dengan pendapatnya sendiri.

Lanjutkan membaca Jangan Tanya Ustadz YouTube (1)