Arsip Kategori: Refleksi

Koneksi Tanpa Putus

Wajah Khadijah nampak gusar. Ada pertanyaan yang membebat di kepalanya. Ada tanda tanya yang ingin segera ia temukan jawabannya. Ia duduk berdampingan dengan Muhammad ﷺ, mengobrol selayaknya suami istri yang bercengkerama di ruang keluarga – bersama beberapa sahabat yang mendengar percakapan mereka hingga hadits ini dapat diteruskan ke banyak orang.

Lanjutkan membaca Koneksi Tanpa Putus

Yang Gagal Beribadah

Perjanjian Hudaibiyah sudah ditandatangani kedua belah pihak. Kesepakatan sudah diketuk. Tak ada jalan mundur, tak ada ruang untuk berkhianat. Muhammad ﷺ telah yakin bahwa keputusannya menerima poin-poin yang disodorkan pihak Quraisy adalah yang terbaik meski beberapa sahabat masih menunjukkan ketidakrelaannya.

Lanjutkan membaca Yang Gagal Beribadah

Harga Khianat

Selepas Quraisy pulang ke Mekkah, pasukan Muhammad ﷺ kembali masuk ke kota Madinah dan bersiap menyelesaikan persoalan lain yang tak kalah rumit. Oposisi yang sengit di dalam kota: Bani Quraizah. Mereka diam-diam telah berkhianat, mengacak-acak perjanjian damai Madinah, dan mencoba menusuk pasukan muslimin dari belakang. Meski kelelahan masih mendera kaum muslimin, sepasukan orang diminta Muhammad ﷺ untuk berangkat ke Bani Quraizah. “Shalat ashar-lah kalian di Bani Quraizah!” kata Rasulullah ﷺ memberi pesan perjalanan – yang kemudian tercatat dalam perkara perbedaan pendapat fikih para ulama. Rasulullah ﷺ sendiri berangkat pada rombongan berikutnya.

Lanjutkan membaca Harga Khianat

Penjaga Rumah Allah

Sepasukan tentara, siang itu, tiba di Al Maghmas – sebuah daerah tak jauh di pinggiran kota Mekkah. Bekas debu Yaman di pakaian mereka hampir hilang setelah menempuh perjalanan panjang hingga ke Thaif, dan kini menjelang Mekkah. Satu per satu tentara turun merampas ternak yang ada di sekelilingnya, termasuk dua ratu unta milik Abdul Muthallib, seorang pemuka suku terpandang di kota Mekkah.

Lanjutkan membaca Penjaga Rumah Allah

Menyikapi Perbedaan Pendapat Ulama

Tulisan kedelapan dari rangkaian tulisan “Jangan Tanya Ustadz YouTube”

Secara sederhana, ada dua sumber hukum primer dalam Islam, yaitu Al Qur’an dan Hadits. Meski keduanya merupakan sumber hukum primer, bukan keduanya menjelaskan semua persoalan hidup manusia di dalamnya secara detail. Al Qur’an, betatapun ia hadir sebagai jalan petunjuk, bukanlah sebuah kitab hukum yang menetapkan status satu zat atau perbuatan. Bahkan, karena sifatnya yang memberikan pedoman umum, seringkali ada perbedaan pendapat antar ulama mengenai tafsir satu ayat Al Quran dan konsekuensi hukum darinya. Maka, ia membutuhkan penerang dan penafsir. Ada kalanya, satu ayat Al Quran ditafsirkan dan diterangkan oleh ayat lainnya. Ada kalanya pula ayat Al Qur’an dijelaskan melalui hadits Rasulullah ﷺ.

Lanjutkan membaca Menyikapi Perbedaan Pendapat Ulama

Arif Menyikapi Perbedaan

Untuk pertanyaan tipe kedua, setiap ustadz tentu memiliki pandangannya tersendiri tentang suatu permasalahan. Menjawab masalah khilafiyah sesuai dengan keyakinan pendapatnya tentu saja tidak keliru. Persoalannya di zaman lesat seperti ini – dan penyebaran videonya diamplifikasi sendiri, diintensikan dan didesain untuk disebar, atau dibiarkan terekam dan tersebar oleh ustadz dan jajarannya – membutuhkan kearifan. Ustadz tidak lagi sekadar berada di depan jamaahnya yang siap dan ridha dengan kucuran ilmu agama yang diberikannya. Rekaman ceramah dan jawaban agamanya dapat tersebar seantero dunia, baik kepada yang mengenalnya atau tidak mengenalnya, yang sependapat atau berseberangan pendapat dengannya, yang siap menerima atau menolak pendapatnya, dan yang mencintainya atau membencinya.

Pada situasi ini, setiap jawaban menjadi rumit. Benarkah?

Lanjutkan membaca Arif Menyikapi Perbedaan

Jebakan Sesi Tanya Jawab Ustadz

Tulisan kelima dari rangkaian tulisan “Jangan Tanya Ustadz YouTube”.

Pada banyak kesempatan kajian yang ada, ada beban yang mengintip dari lubang tak kasat mata. Begitu banyaknya pilihan kajian menimbulkan dua persoalan mendasar bagi masyarakat awam: kebingungan dan perseteruan. Terkadang kedua persoalan mendasar itu muncul dari kajian yang dibawakan. Tetapi, umumnya, beban tak kasat mata muncul dari sesi tanya jawab yang disediakan para ustadz dan panitia.

Lanjutkan membaca Jebakan Sesi Tanya Jawab Ustadz