Student Loan, Dosen Impor, dan Raibnya Negara

[Tulisan Pertama dari Dua Tulisan]

 
Dua bulan belakangan, Presiden Jokowi mengeluarkan dua titah penting di bidang pendidikan. Pertama, Presiden memberikan pekerjaan rumah kepada perbankan nasional untuk menyediakan student loan (pinjaman untuk pendidikan tinggi). Permintaannya itu disampaikan di hadapan para pimpinan bank di Istana Negara, pada 15 Maret 2018.[1,2] Kedua, Presiden menerbitkan Perpres No 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing yang membuka keran perekrutan dosen asing sebagai dosen tetap.[3,4] Kebijakan ini merupakan langkah lanjutan dari kebijakan bulan Februari 2018 yang mengijinkan universitas luar negeri untuk beroperasi di Indonesia. Dua kebijakan ini tidak dapat diungkiri telah menimbulkan tanda tanya besar.

Lanjutkan membaca Student Loan, Dosen Impor, dan Raibnya Negara

Iklan

Okja: Babi Raksasa di Industri yang Serakah

Apa makanan terlezat yang pernah diciptakan manusia? Oh tidak, pertanyaannya keliru. Apa makanan terlezat yang dapat diproduksi secara murah, tapi membuat orang rela membayarnya dengan harga mahal?

Lanjutkan membaca Okja: Babi Raksasa di Industri yang Serakah

Persekot

Pagi-pagi, Marsose datang menemui Cing Aji di warung kopi yang ternyata juga menjual teh manis, kacang ijo, ketan item, kue lupis, pisang goreng, ubi goreng, dan segala goreng-gorengan yang penuh lemak jenuh karena minyaknya merupakan minyak super yang tidak perlu diganti kayak pemain sepakbola yang sering kecapekan sebelum habis pertandingan. Niat dan maksud kedatangannya kepada Cing Aji tidak lain dan tidak bukan, kecuali mengharapkan keridhoan, eh… pertolongan. Marsose mau jual motornya yang sudah tua dan kali ini Cing Aji diharapkan bisa membantu. Barangkali Cing Aji tahu trik menjual barang second (baca: seken) lewat internet.

Lanjutkan membaca Persekot

Menagih ‘Syariah’-nya BPJS

Dua setengah tahun yang lalu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial untuk Kesehatan (BPJS-K) dirundung polemik publik mengenai status jaminan kesehatan yang dianggap haram. Saya segera mendatangi Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat itu dan berdiskusi sebelum akhirnya opini saya dimuat ke publik oleh Republika.

Baca: BPJS Pascafatwa MUI

Isu yang muncul ke permukaan pada saat itu fokus pada riba, maysir, dan gharar, dan saya berusaha menekankan agar perbaikan yang dilakukan harus melebih spektrum tiga isu tersebut, termasuk memastikan bahwa penyelenggaraannya berasaskan keadilan dan menghindari segala macam kezaliman.

Lanjutkan membaca Menagih ‘Syariah’-nya BPJS