aafuady.com

Bukan Imam Tarawih

Saya berkali-kali memendam kecewa karena, meski bertahun-tahun saya tunggu, Ayah tak pernah menjadi imam tarawih di masjid. Bagi saya yang masih kecil waktu itu, menjadi imam tarawih sudah barang tentu menjadi kewajibannya sebagai guru. Tetapi, tidak. Ayah selalu saya dapati ada di baris belakang. Shalat pun paling belakangan. Beberapa kawan saya semasa kecil kemudian mengidentifikasi… Lanjutkan membaca Bukan Imam Tarawih

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Ayah

Doa di Belukar Impian

Doa orangtua sepenuhnya baik. Impian masa kecil saya sudah terkubur. Tetapi, impian masa depan saya tetap terpelihara: menemukannya kembali bersama di surga.

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Ayah

Dari Menuntun Hingga Dituntun

Saya tidak mengenal masjid hingga Ayah yang memperkenalkannya. Tidak dengan gambar atau cerita, Ayah mengajak langsung ke masjid, menuntun saya di sisinya, menunjukkan tempat terbaik di shaf terdepan, dan mengajari saya bagaimana berlaku di dalam masjid. Seringkali Ayah shalat lebih banyak daripada pengetahuan saya tentang adab masuk masjid; juga lebih banyak sebelum meninggalkannya. Saya tak… Lanjutkan membaca Dari Menuntun Hingga Dituntun

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Ayah

Naskah Pidato Ayah

Ayah jelas bukanlah orator yang handal. Setidaknya, itu yang saya ingat dari setiap kali Ayah naik podium dan berbicara. Tidak ada intonasi yang menggebu-gebu setiap kali berceramah. Datar. Tetapi, kerap berat berisi. Saya tak tahu persis bagaimana gaya pidatonya semasa muda. Mungkin saja berkobar-kobar. Usia barangkali mengubah pembawaannya, atau hanya menegaskan bahwa gayanya yang tak… Lanjutkan membaca Naskah Pidato Ayah

Artikel unggulan

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Ayah Ditandai

Jangan Percuma

Saat pertama kali saya ke luar negeri karena mendapat fellowship studi riset, Ayah saya cemas luar biasa. Bukan karena saya tak punya uang, tapi lebih karena Ayah tak pernah melihat saya bicara dengan bahasa Inggris di rumah. Kecemasan itu lantas membuat kesehatannya turun drastis dan saya menemukan satu hal yang baru saya sadari: saya gagal… Lanjutkan membaca Jangan Percuma

Kado Terindah

Pekan lalu tepat usia saya 27 tahun berdasarkan akte lahir. Panjang kisahnya bila saya ceritakan pada tanggal berapa sebenarnya saya lahir. Mami –begitu saya memanggil ibu saya, tidak mengingat dengan jelas kapan saya tepat dilahirkan. Riwayat yang saya dengar dari lisannya, tanggal lahir saya dimundurkan karena menghindari pilihan untuk membayar denda atas keterlambatan registrasi yang… Lanjutkan membaca Kado Terindah

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Ayah