Bukan Manusia Super (3)

Suatu ketika, Rasulullah ﷺ kedatangan lelaki buta di rumahnya ketika ia bercengkerama dengan Ummu Salamah, istrinya, dan Maimunah. Tak ada yang memakai hijab. Hingga lelaki buta itu, Ibnu Ummi Maktum, masuk ke dalam rumah pun, mereka tak beranjak pula memakai hijab. Ia yang buta tak akan bisa melihat mereka, apalah lagi muncul berahi di dadanya. Begitu pikir mereka.

Lanjutkan membaca Bukan Manusia Super (3)

Iklan

Bukan Manusia Super (2)

Sebegitu besarnya keluh kesah manusia, Allah ﷻ memberikan petanda yang tegas: shalat dan shalat-lah untuk mengusirnya, untuk lepas dari jeratannya. Tak ada dorongan yang lebih kuat dari itu dengan keparipurnaannya. Tanpa itu, ia kosong, bahkan celaka. Ia hanya menjadi pelaku shalat yang dipenuhi kelalaian dan keinginan disanjung.[i] Ia menjadi sekadar simbol ritual –dipertontonkan namun kering substansi, dipertunjukkan namun hampa implikasi.

Lanjutkan membaca Bukan Manusia Super (2)

Duka Melintas Semesta

Hari itu Waraqah bin Naufal menjumpai Muhammad ﷺ di sekitaran Ka’bah. “Engkau adalah Nabi atas umat ini,” katanya memulai. Konfirmasi pertama yang telah diperkirakan Muhammad semenjak Khadijah, istrinya, menjadi penyokong spirit utamanya. Tetapi, kalimat itu tak berhenti begitu saja. Waraqah melanjutkannya, “Pastilah kau akan didustakan orang, akan disiksa, akan diusir, dan akan diperangi.” Konfirmasi kedua yang Muhammad ﷺ terima hari itu sekaligus menumpukkan beban yang memberat di pundaknya.

Lanjutkan membaca Duka Melintas Semesta

“Tragedi” Kematian Petugas Pemilu

Dimuat di KOMPAS, 7 Mei 2019

Hingga akhir April 2019, tercatat ada 318 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal. Jumlah yang sakit mencapai 2.232 orang.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengonfirmasi jumlah tersebut. Kementerian Keuangan pun mengalokasikan santunan dalam empat jenis santunan: meninggal, cacat permanen, luka berat, dan luka sedang.

Benarkah ini ”tragedi” pemilu Indonesia?

Lanjutkan membaca “Tragedi” Kematian Petugas Pemilu