Iuran BPJS Naik, Setuju? (Bagian-4, Habis)

Pemerintah menyadari bahwa neraca keuangan dana jaminan sosial tak sehat. Kenaikan iuran peserta mandiri BPJS tak lagi terelakkan dan menjadi salah satu langkah kuratif jangka pendek. Tetapi, kenaikan itu sendiri menghadirkan persoalan lain yang tak dipikirkan dengan matang sebelumnya. Lalu, langkah apa yang seharusnya dilakukan?

Lanjutkan membaca Iuran BPJS Naik, Setuju? (Bagian-4, Habis)

Iklan

Iuran BPJS Naik, Setuju? (Bagian-3)

Kenaikan iuran peserta mandiri BPJS akan berhadap-hadapan dengan persoalan cakupan populasi yang diperkirakan stagnan. Pemerintah bersikeras. Jika tak mampu dan tak ingin, masyarakat dapat mengambil opsi yang lebih mudah: turun ke kelas III. Selesaikah persoalan iuran ini?

Lanjutkan membaca Iuran BPJS Naik, Setuju? (Bagian-3)

Khatam Mushaf, Tak Khatam Ayat

Di sekitaran Mekkah, tempat Muhammad ﷺ tumbuh besar, Quraisy tak banyak ambil pusing dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Tetapi, tidak dengan Muhammad ﷺ. Tak peduli bahwa Muhammad sebelumnya adalah orang yang paling mereka percayai untuk dimintakan pendapatnya, Muhammad yang memulai menyebarkan ajaran tauhid adalah Muhammad yang sudah berbeda sama sekali di mata pandang mereka. Muhammad kali itu telah menjadi Muhammad sang penyair, tukang sihir, dan orang gila.

Lanjutkan membaca Khatam Mushaf, Tak Khatam Ayat

Iuran BPJS Naik, Setuju? (Bagian-2)

Kenaikan iuran peserta mandiri BPJS Kesehatan memang hampir tak terelakkan. Data yang tersedia menunjukkan dua hal penting. Pertama, pemanfaatan layanan kesehatan dan klaim jaminan kesehatan yang eksesif tidak diimbangi dengan pembayaran yang memadai dari peserta mandiri BPJS Kesehatan. Kedua, beratnya beban BPJS Kesehatan untuk menanggung defisit yang terus menumpuk.

Lanjutkan membaca Iuran BPJS Naik, Setuju? (Bagian-2)

Negeri Lapar dan Takut

Jika dirangkum semua keinginan, ambisi, target, dan kesenangan yang berupaya dihimpun manusia, ada dua saripatinya: makan dan rasa aman. Abraham Maslow boleh berbangga karena telah menempatkan keduanya pada teori piramida kebutuhan fundamental manusia. Memang, ia benar dan sesuai apa yang Allah ﷻ firmankan –lepas dari apakah Maslow sempat membaca surat Quraisy atau tidak.

Lanjutkan membaca Negeri Lapar dan Takut