aafuady.com

Berburu Profesor: Kesan Pertama

Copenhagen, Denmark, august 29, 2016: Motion blurred. Man in motion on a bike. In a tunnel in Copenhagen.

Tap! Tembak! Bukan hanya pacar yang ditembak. Profesor juga boleh ditembak. Lamar.   Perburuan profesor untuk menjadi supervisor studi doktoral saya dimulai dari sebuah perkenalan dengan seorang mentor. Saat itu, di penghujung 2009, saya baru saja dilantik menjadi dokter. Beberapa pekan sebelum pelantikan tersebut, gempa besar terjadi di samudera Hindia yang berdekatan dengan Sumatera Barat… Lanjutkan membaca Berburu Profesor: Kesan Pertama

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Refleksi

Berburu Profesor: Starting Pack

Banyak cara berburu profesor. Tidak ada pakemnya. Kalaupun ada tips dan trik dari banyak video inspirasi tentang berburu profesor, itu mungkin sejumput kebenaran dari jutaan kebenaran yang ada.   Kalau ada yang memberi tips “harus” ini dan “harus” itu, yakinlah bahwa pernyataannya itu bukanlah kewajiban mutlak. Paling mentok, sunnah. Rekomendasi. Anjuran. Yang berbicara hanya meresonansikan… Lanjutkan membaca Berburu Profesor: Starting Pack

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Refleksi

Berburu Profesor: Belajar Cas-Cis-Cus!

Sebelum saya bercerita tentang buru-memburu profesor, saya membuka-buka masa kecil saya di masa lalu. Saya mengingat-ingat, saya bukan anak kecil yang ambisius. Hidup berjalan apa adanya saja. Saya melihat Ayah dan mengira-ngira bahwa saya juga akan sepertinya di masa depan. Berdiri di depan kelas untuk mengajar atau di atas podium untuk berceramah. Tidak lebih.  … Lanjutkan membaca Berburu Profesor: Belajar Cas-Cis-Cus!

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Refleksi

Jakarta dan Kue Tar Ulang Tahunnya

Saya sudah lupa bagaimana meniup lilin di atas kue tar ulang tahun Jakarta yang makin tua. Ah, tapi apakah kota ini masih menyimpan kue tar yang lilinnya kita tiup bersama-sama sambil menyanyikan lagu ulang tahun – hip hip hurray itu? Barangkali kita sudah lupa bagaimana caranya menyulut api kecil yang secara gembira kita tiup habis… Lanjutkan membaca Jakarta dan Kue Tar Ulang Tahunnya

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Refleksi

Jangan Tanya Ustadz YouTube (9-selesai)

Di sinilah rumitnya ber-da’wah dan mengajar. Tidak hanya butuh wawasan yang dalam dan luas, tetapi juiga kearifan. Maka, ada beberapa prinsip mengajar dan da’wah yang lahir dari perjumpaan-perjumapan saya dengan banyak orang di tengah lesatnya laju informasi dan da’wah ini.

Menyikapi Perbedaan Pendapat Ulama

Tulisan kedelapan dari rangkaian tulisan “Jangan Tanya Ustadz YouTube” Secara sederhana, ada dua sumber hukum primer dalam Islam, yaitu Al Qur’an dan Hadits. Meski keduanya merupakan sumber hukum primer, bukan keduanya menjelaskan semua persoalan hidup manusia di dalamnya secara detail. Al Qur’an, betatapun ia hadir sebagai jalan petunjuk, bukanlah sebuah kitab hukum yang menetapkan status… Lanjutkan membaca Menyikapi Perbedaan Pendapat Ulama