aafuady.com

Tingkatan Ijtihad

Box: Tingkatan berijtihad. Bagian dari tulisan “Jangan Tanya Ustadz YouTube”.

Dalam kaidah fiqih, ada beberapa tingkatan kemampuan berijtihad.

  1. Mujtahid Mustaqil – yang mampu secara independen membuat kaidah dan simpulan sendiri dalam masalah hukum agama, di antaranya para imam mazhab.
  2. Mujtahid Mutlaq – yang sebenarnya mampu membuat simpulan hukum, tetapi memakai kaidah yang dirumuskan oleh Mujtahid Mustaqil. Mereka umumnya adalah para mujtahid mazhab, di antaranya yang dikenal adalah al Muzanni dalam mazhab Syafi’i, Ibnu al Qasim dalam mazhab Maliky, Abu Bakar al Atsram dalam mazhab Hanabilah, dan Abi Yusuf dalam mazhab Hanafy.
  3. Mujtahid Muqayyad – yang mampu berijtihad dan melakukan ijtihadnya pada masalah-masalah yang tidak terjelaskan dalam kitab utama para imam mazhab. Contohnya, Al Hashafy dalam mazhab Hanafy, Ibnu Abil Zaid al Qairawany dalam mazhab Maliky, Ibnu Khuzaimah dalam mazhab Syafi’I, dan Al Qadhi Abu Ya’la dalam mazhab Hanabilah.
  4. Mujtahid Tarjih – yang mampu menjelaskan dan menguatkan pendapat salah satu imam mazhab dengan memakai pendapat imam mazhab lain atau murid-muridnya. Yang terkemuka pada tingkatan ini antara lain Al Murghainany dalam mazhab Hanafy, Imam al Khalil dalam mazhab Maliky, Imam an Nawawy dalam mazhab Syafi’I, dan al Qadhi Alauddin al Mardawi dalam mazhab Hanabilah.
  5. Mujtahid fatwa – yang mengikuti pendapat salah satu mazhab dan dapat membedakan mana pendapat yang kuat dan lemah, tetapi memiliki keterbatasan dalam menetapkan dalil atau pendapatnya secara indpenden.
  6. Muqallid – yang bertaklid atau cukup mengikuti pendapat yang telah dirumuskan oleh para ulama.

 

Tulisan sebelumnya:

Jangan Tanya Ustadz YouTube (1)

Jangan Tanya Ustadz YouTube (2)

Belajar Agama Lewat Gadget

Bagaimana Memilih Kajian Agama

 

Tulisan berikutnya:

Jebakan Sesi Tanya Jawab Ustadz

Teks dan Konteks

Arif Menyikapi Perbedaan

Menyikapi Perbedaan Pendapat Ulama

Jangan Tanya Ustadz YouTube (9-selesai)

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on twitter
Share on Twitter
Share on linkedin
Share on Linkdin
Share on pinterest
Share on Pinterest

Leave a comment

Berburu Profesor: Kesan Pertama
28 April 2021
Tap! Tembak! Bukan hanya pacar yang ditembak. Profesor juga boleh ditembak. Lamar.  Perburuan...
Berburu Profesor: Starting Pack
25 April 2021
Banyak cara berburu profesor. Tidak ada pakemnya. Kalaupun ada tips dan trik dari banyak video inspirasi...
Berburu Profesor: Belajar Cas-Cis-Cus!
23 April 2021
Sebelum saya bercerita tentang buru-memburu profesor, saya membuka-buka masa kecil saya di masa lalu....
Jakarta dan Kue Tar Ulang Tahunnya
23 Juni 2020
Saya sudah lupa bagaimana meniup lilin di atas kue tar ulang tahun Jakarta yang makin tua. Ah, tapi apakah...
Tak Ada Lebaran
22 Mei 2020
Suatu ketika, Muhammad ﷺ menaiki mimbar untuk berkhutbah. Tertunduk wajahnya saat menaiki anak tangga...
Beriman kepada Corona (2)
21 Mei 2020
Jika kita yakin bahwa Corona adalah bagian qadha dan qadar-nya Allah, keimanan terhadapnya tidak membuat...
Beriman Kepada Corona (1)
20 Mei 2020
Apa yang kita pahami tentang coronavirus barangkali baru seujungkuku pengetahuan coronavirus yang sebenarnya....
Kening Taat, Lidah Fitnah
19 Mei 2020
Pada suatu subuh, Muadz menjadi imam shalat fajr di masjid. Seorang lelaki Arab menjadi makmum di belakang...
Koneksi Tanpa Putus
18 Mei 2020
Wajah Khadijah nampak gusar. Ada pertanyaan yang membebat di kepalanya. Ada tanda tanya yang ingin segera...
Syariat Tegak, Syaithan Gembira
17 Mei 2020
Suatu siang, seorang lelaki dibawa ke hadapan Muhammad ﷺ dalam sebuah rombongan. Madinah kala itu sudah...