aafuady.com

Tangan Kanan Ayah

Ayah dan Mami adalah antitesa satu sama lain dalam hal belanja. Ayah hampir tidak pernah menawar harga, sedangkan Mami adalah wanita paling lihai yang pernah saya lihat dalam hal tawar-menawar. Tapi, dari situ saya belajar banyak tentang dua hal. Dari Mami saya belajar efisiensi, dan saya belajar tentang kedermawanan dari Ayah. Sepulang studi saya dari… Lanjutkan membaca Tangan Kanan Ayah

Berbeda, Bermain

Melihat lagi ke wajah Birru, saya ingat apa yang membuatnya nyaman berbagi dengan orang yang sama sekali berbeda dengannya: bermain dan tertawa. Barangkali itu yang kita lupa. Kita nampak terlalu serius untuk dunia yang –Tuhan pun menyebutnya, hanya senda gurau dan permainan. Kami berangkat ke Belanda selepas idul Adha –momen yang begitu lekat menempel di… Lanjutkan membaca Berbeda, Bermain

Tali Rafia Ayah

Bagi anak-anak, lebaran adalah murni perayaan, juga hadiah. Entah sejak kapan kultur itu didedahkan. Yang saya pahami, orangtua saya berbagi tugas untuk memberikan hadiah kepada anak-anaknya yang masih kecil. Mami membelikan kemeja dan celana panjang, sedangkan Ayah membelikan sepatu, sarung, koko, dan kopiah. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana mereka mengaturnya untuk anak-anaknya yang berjumlah sepuluh.… Lanjutkan membaca Tali Rafia Ayah

Jum’at Bersama Ayah

Yang saya kenang dari Ayah adalah hari-hari Jumat saya bersamanya. Usia saya menginjak angka lima saat pertama kali Ayah menuntun tangan saya ke masjid untuk shalat Jum’at. Ajakan itu yang selalu saya tunggu-tunggu selepas khitan. Entah mengapa, pada masa kanak-kanak, selalu terngiang bahwa kami yang belum dikhitan belum sepantasnya masuk ke masjid dan shalat berjamaah.… Lanjutkan membaca Jum’at Bersama Ayah