Problem JKN

Tulisan saya di kolom opini Harian Republika, Kamis 2 Januari 2014. Menyambut pelaksanaan Sistem Jaminan Kesehatan (JKN) dan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS). Silakan disimak, dikomentari, dikritik, atau disebarluaskan.

Lanjutkan membaca Problem JKN

Iklan

Menikmati Siang Terpanjang di Latvia

Saat saya mengatakan bahwa saya ingin ke Latvia, banyak orang bertanya-tanya. Di mana letak Latvia? Apa yang menarik? Memang, Latvia bukan tujuan wisata utama di Eropa. Saya pun beranjak ke Latvia bukan untuk urusan plesir semata, tetapi karena mendapat beasiswa summer course di University of Latvia. Studi dua pekan itu pun memberikan kesempatan langka bagi saya –menikmati siang terpanjang di Latvia dan ragam acara budaya yang menyambutnya.

Tak banyak yang tahu di mana Latvia dan bagaimana pergi ke sana. Ada beberapa penerbangan langsung ke Riga, ibukota Latvia, terutama dengan pesawat low cost carrier dari beberapa bandara kota besar di Eropa.

Saya berangkat dari Amsterdam dengan Air Baltic, maskapai utama yang melayani penerbangan ke Latvia. Saya menemukan pengalaman baru. Penumpang hanya boleh membawa satu tas kabin dan harus membayar bagasi yang cukup mahal, yakni mencapai 40 Euro per koper. Jadi, bijak-bijaklah membawa barang bawaan. Karena 1 euro kurang lebih Rp 14.000, berarti satu koper harus dibayar Rp 560 ribu.

Ukuran bandara Riga bahkan lebih kecil dari bandara Jogjakarta atau Semarang. Bedanya, bandara tertata rapi dengan barisan taksi yang menyambut di pintu keluar.

Harga taksi menuju pusat kota bervariasi antara 7-10 Lats (1 Lats = Rp 19.000) dengan waktu perjalanan 15-25 menit. Sayangnya, pengemudi taksi sama dengan kebanyakan warga Latvia yang tak lancar berbahasa Inggris.

Jika ingin transportasi yang lebih murah, cobalah naik bus dengan biaya 0,7 Lats per perjalanan. Jika ingin lebih murah lagi, ada karcis debet seharga 10 Lats untuk 20 kali perjalanan yang dapat diperoleh dari mesin karcis serupa mesin ATM di banyak halte.

Latvia memang kecil, tapi menarik. Cobalah berkunjung jika sekali waktu berkeliling Eropa.

 

***

 

Merayakan Musim Panas

Negara-negara empat musim memiliki periode siang atau malam terpanjang dalam setahun. Saat saya berkunjung ke Latvia, siang terpanjang mencapai 20 jam dan langit tetap tampak kemerahan hingga matahari kembali terbit.

Uniknya, masyarakat Latvia terbiasa merayakannya dengan beberapa acara kebudayaan. Tepat tanggal 21 Juni 2013, pasar terbuka digelar di sekitar Dome Square, daerah yang mengelilingi katedral Dome atau bangunan terbesar pada masa medieval dan salah satu bangunan sakral di Latvia.

Pasar terbuka menjalar hingga pelataran belakang gereja St. Peter’s. Gereja ini pernah dihancurkan pada Perang Dunia II, namun telah direstorasi penuh pada tahun 1983 dan menjadi daya tarik tersendiri karena pengunjung bisa naik ke menaranya dan melihat Latvia dari ketinggian.

Siang terpanjang biasa dimanfaatkan masyarakat Latvia dengan berkumpul di keramaian sambil bernyanyi dan menari bersama. Selain di Dome Square, turis bisa bergabung di evening concert Kalnciema atau Ligo gathering di Museum of Theatre.

 

10 - menari di midsummer night party
Menari di Midsummer party

 

Di akhir pekannya, ribuan orang berkumpul di Cinevilla untuk merayakan musim panas. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun turut serta hingga pagi menjelang. Ada pentas opera di panggung terbuka, lengkap dengan tarian khas Latvia yang dilakukan serempak oleh ribuan pengunjung. Ada pula lapangan luas tempat barbeque dan bermabuk-mabukan hingga matahari terbit.

Masyarakat Latvia memang terkenal suka minuman keras. Bahkan, salah satu minuman herbal tradisional mereka, Latvija’s Balzams, diracik dari minuman keras oleh penemunya, Kunze. Jika tidak mau bersentuhan dengan minuman keras, bolehlah mencoba Qvash, minuman tradisional Latvia yang manis dan mirip jus markisa.

Esoknya, jangan berharap ada orang Latvia yang terbangun di pagi hari. Bahkan, aktivitas di awal pekan itu pun diliburkan, termasuk short course yang saya ikuti. Bagi mereka, ini sudah tradisi yang mengakar dan dilestarikan. Bernyanyi, menari, dan bermabuk-mabukan sampai pagi.

 

***

 

14 - Dome cathedral dari sisi lain
Dome Cathedral dari sisi lain

 

Jika tidak sempat berkunjung saat siang terpanjang, tidak perlu khawatir karena Latvia masih menyediakan beberapa situs menarik yang patut dikunjungi. Latvian Open-Air Ethnographic Museum adalah salah satunya.

Terletak di luar Riga, museum terbuka ini menampilkan wajah tua Latvia dan peninggalannya di sebuah taman-hutan yang luas. Pengunjung dapat melihat bagaimana nenek moyang orang Latvia hidup di masa lampau. Bahkan, mereka pun memiliki kincir angin layaknya Belanda.

Latvian National Opera pun menarik dikunjungi, terutama bila bertepatan dengan pertunjukan opera dan balet yang memukau. Gedung putih ini sangat mencolok, terletak di boulevard Basteja dan dikelilingi oleh air mancur Nymph dan monumen George Armitstead, yaitu patung pria, wanita dan chow-chow dog di pinggir kanal.

Selesai mengunjungi gedung opera ini, pengunjung dapat menyusuri kanal indah di tengah kota dengan bermacam perahu, baik yang dikayuh sendiri atau didorong mesin. Tidak jauh dari boulevard, berdiri tegak monumen kemerdekaan Latvia, the  Statue of Liberty, alias monumen yang didirikan untuk menghormati para prajurit yang tewas saat perang kemerdekaan (1918-1920). Menariknya, selalu ada dua prajurit yang menjaga monumen tersebut dan berjalan berkeliling di waktu-waktu tertentu seperti robot.

Gedung-gedung baru pun tidak kalah mengesankan, salah satunya adalah Sky Line Bar. Terletak di lantai 26 Radisson Blu Hotel, bar ini menawarkan pemandangan indah Latvia dari ketinggian. Datanglah di malam hari dan jangan lupa membawa kamera karena pemandangan seperti di kartu pos dapat terekam dari jendela-jendelanya.

 

8 - Salah satu kincir angin di Open-Air Museum
Kincir angin tua di Open Air Museum, Latvia

 

Namun, harga makanan dan minuman di sini mahal. Bahkan, pengunjung dikenakan tarif 2 Lats untuk masuk. Situs lainnya yang dapat dikunjungi adalah Triangul Bastion –gedung modern dengan dasar fortifikasi kuno dari bebatuan yang semula menjadi pertahanan dari artileri musuh. Bagi penyuka sejarah, jangan lupa pula untuk mengunjungi Riga Central Market yang memanfaatkan lima gudang senjata pada Perang Dunia II.

 

Sekilas tentang Lats

Latvia termasuk negara baru yang masuk Uni Eropa. Penggunaan Lats sebagai mata uang pun lebih luas dibandingkan Euro. Meski negara kecil, kurs Lats lebih tinggi dari Euro. Tapi, itu tidak berarti harga barang di Latvia lebih mahal dari negara Eropa lain. Justru, barang-barang dijual lebih murah. Lebih baik tukarkan uang Anda dengan Lats di money changer terlebih dahulu. Mengambil uang dari ATM emang memungkinkan, tetapi potongan dari setiap penarikan sangat tinggi. Jika pun ingin mengambil dari ATM, ambillah langsung dalam jumlah besar.

Ahmad Fuady

Writer, traveler, doctor, lecturer, and researcher

Artikel ini telah dimuat di rubric Leisure, Harian REPUBLIKA, pada 27 Agustus 2013

 

Gambar
Artikel yang dimuat di Republika

 

 

epaper_republika_Jalan-jalan
Artikel yang dimuat di Republika

 

 

Tetap Taat Saat Melancong

Gambar

Selagi belajar di Eropa, jalan-jalan ke negeri tetangga adalah pilihan yang mengasyikkan. Mumpung dekat dan murah. Tiket murah pun diburu, peta kota disiapkan, jalur dan moda transportasi ditelusuri, bahkan tempat makan pun dicari jauh-jauh hari. Tapi, mungkin banyak yang kerap lupa bagaimana menyiapkan diri agar tetap nyaman beribadah selama melancong. Persiapannya seringkali seadanya, dengan ilmu yang ala kadarnya juga. Padahal, ibadah kepada Allah tetap harus dijalankan di manapun berada, kapanpun dan bagaimanapun kondisinya. Tinggal bagaimana menyesuaikan diri sesuai syariat yang diajarkan.

Lanjutkan membaca Tetap Taat Saat Melancong

Kajian Kitab Hadits Taysirul ‘Allaam

Gambar

Menjelang dan selama 10 hari pertama bulan Ramadhan, akan ada kajian sederhana yang membahas kitab hadits “Taysirul ’Allaam –Syarah ‘Umdatul Ahkam”. Disusun oleh asy Syaikh al ‘Allaamah ‘Abdullah bin Abdur Rahman bin Shalih Ali Bassaam, kitab ini berupaya mengumpulkan hadits-hadits dari dua kitab hadits utama, yaitu Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, yang disusun ulang untuk tujuan pembahasan kaifiyat ibadah. Mirip dengan berbagai kitab fiqih lainnya, pembahasan dimulai dari bab thaharah (bersuci), shalat, jenazah, hingga jihad.

Lanjutkan membaca Kajian Kitab Hadits Taysirul ‘Allaam

Bungkusan Plastik Mami

Gambar

Dari dulu Mami, begitu saya menyebut ibu saya, punya satu kebiasaan yang mungkin berakar dari tradisi di keluarga, yaitu membagi-bagikan makanan. Setiap ada kelebihan makanan, entah karena habis ada syukuran di rumah, sedang masak banyak, atau apapun, ibu saya membungkusnya dalam plastik dan meniatkannya untuk dibagikan ke tetangga dan kerabat. Lalu, dipanggillah anak-anaknya untuk membawakan kantong-kantong itu ke Cing[1] Anu, Cang[2] Ini, Bang Ono[3], atau Mpok Ene (semua bukan nama asli demi menjaga harkat dan martabat, hehe).

Lanjutkan membaca Bungkusan Plastik Mami

Pesan

Gambar

Anakku,

Dunia riuh kuasa dan tahta

Buat kau tak menyangka

Mana nyata dan mana buta

 

Duduklah di sini

Matahari belum terlampau tinggi

Kita sama membenahi hati

Tentang muara masa kini

Dan masa depan yang kita beli

 

Anakku,

Kelak jika kau sendiri

Pada hari-hari yang kau susuri

Tuhan tak pernah pergi

Ia ada, membuatmu dua

Kala dua, Ia yang ketiga

Tepat tiga, keempatnyalah Ia

Jangan kau tukar Ia

dengan sebentuk apa

Karena hanya bersama Ia

Kau mampu rengkuh segala

 

Rotterdam, Mei 2013

untuk ananda, Birru Syaikhul Ulum

Kado Terindah

Gambar

Pekan lalu tepat usia saya 27 tahun berdasarkan akte lahir. Panjang kisahnya bila saya ceritakan pada tanggal berapa sebenarnya saya lahir. Mami –begitu saya memanggil ibu saya, tidak mengingat dengan jelas kapan saya tepat dilahirkan. Riwayat yang saya dengar dari lisannya, tanggal lahir saya dimundurkan karena menghindari pilihan untuk membayar denda atas keterlambatan registrasi yang mahal bagi orangtua saya saat itu. Tidak terbayangkan di kepala saya tentang kesulitan yang mendera orangtua kala itu, lantas membesarkan saya sebagai anak mereka yang kesepuluh. Pelan saya beranjak dewasa dan memiliki keinginan sederhana: menjadi guru seperti Ayah. Tidak lebih dari itu.

Lanjutkan membaca Kado Terindah

Terbukti Manusia

Beberapa kali pasien saya datang ke meja praktik dengan janji pertobatan, termasuk seorang bapak lewat paruh baya dengan barrel chest (dada menyerupai bentuk tong). Napasnya sering terengah-engah. Sesak, katanya. Rutinitas merokok sudah dijalaninya sejak remaja sampai menemukan titik baliknya setelah puluhan tahun. “Saya sudah tidak merokok,” akunya. Kapok. Setelah saya wawancara, saya mendengar bising parunya. Ramai, memang. Wheezing dan rhonki[1] bersahut-sahutan. Adegan setelahnya sudah dapat diduga, gabungan antara penyesalan dan harapan yang dititipkan kepada dokternya.

Lanjutkan membaca Terbukti Manusia

Jakarta Sehat vs Dokter

Gambar

Ahmad Fuady*

(Dimuat di Harian Republika, 21/03/2013)

Kebijakan Gubernur DKI mengeluarkan Kartu Jakarta Sehat (KJS) menuai pro dan kontra. Wagub DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, pun beberapa kali mengeluarkan pernyataan yang mencederai perasaan dokter. Kalimat “Saya sikat Bapak-bapak” di depan para dokter mengisyaratkan ketidakpahamannya mengenai sistem layanan kesehatan yang tengah dibangunnya di Jakarta. Alih-alih menganalisis lebih dalam mengenai kurangnya fasilitas kesehatan, masyarakat justru digiring ke dalam opini bahwa dokter yang paling bertanggungjawab atas banyaknya kasus kematian dan penelantaran pasien belakangan ini.

Lanjutkan membaca Jakarta Sehat vs Dokter