Bakso Senewen, Eh Urat!

1 min read

“Senewen” pada mulanya berasal dari bahasa Belanda: “Zenuwen“. Arti aslinya adalah ‘saraf’ atau ‘urat’.

bakso senewen

“Ente jangan senewen begitu! Istighfar. Ambil wudhu gih sono..!”

Cing Aji teriak kencang sekali sampai terlihat urat lehernya. Marsose –yang diteriaki, malah balik teriak.

“Siape yang senewen, Ji? Leher ente tuh yang keliatan senewen-nya!” Cing Aji meraba-raba lehernya. Bolak-balik. Dari kiri ke kanan, atas ke bawah. Melototlah dia, “Ente pikir ane gilaa??”

“Senewen” pada mulanya berasal dari bahasa Belanda: “Zenuwen“. Arti aslinya adalah ‘saraf’ atau ‘urat’. Entah bagaimana kemudian orang-orang di Kampung Kompeni memakai maknanya juga untuk menunjukkan orang yang “sarap” alias ‘agak gila’. Itulah mengapa, banyak orang yang salah kaprah ketika dibilang oleh dokternya, “Bapak mesti saya rujuk ke ahli saraf…” Lah, dokter bilang saya gila? No way!

Padahal arti mulanya ‘zenuwen’ [B. Belanda] adalah saraf, bukan ‘senewen’ yang diartikan gila. Mungkin, orang dulu beranggapan bahwa orang gila itu menderita korslet di sarafnya. Padahal… emang korslet… #eaa. Korslet sendiri berasal dari kata “kortsluiting” [B. Belanda] alias short circuit. Bagian mana saraf yang kebakaran gara-gara hubungan pendek arus listrik?

Sudah begitu, banyak pula yang tertukar-tukar antara saraf dan urat (saraf). Ya sudahlah. Daripada dibilang hilang akal dan rebut tentang urat saraf, Marsose akhirnya buka warung bakso. BAKSO SENEWEN. Bakso urat, Cuy!

Keterangan:

Gambar  dialihrupa dari gambar asli di http://makananseru.blogspot.nl/2014/03/bakso-urat.html

Ahmad Fuady

Bermula dari sebuah blog kecil bernama farranasir.multiply.com yang kini telah almarhum, situs ini kemudian menjadi ladang menabur apa saja yang berkecamuk di dalam kepala saya. Itu saja.

Jejak saya yang lain dapat saja Anda temukan di mana saja, baik atas nama saya atau sudah diaku-aku oleh orang lain di halaman mereka. Tidak apalah. Yang otentik itu bukankah hanya Tuhan?

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Latest from Blog

Kelas Standar JKN Setengah Hati

Kita menghadapi masyarakat yang tersegregasi. Sebagian—juga karena keterpaksaan—dapat menerima jika mereka harus antre berjam-jam sejak subuh

Populisme Vaksin

Vaksin Nusantara terus melenggang meski diterpa banyak penolakan. Bahkan, Terawan Agus Putranto dengan sangat demonstratif memeragakan