aafuady.com

Banwir, Bangwir, Blangwir, Brangbir….

Nguing-nguwing-nguwing-nguwing

 

Anak-anak sontak berhamburan ke tepi jalan. Semua permainan, dari galasin, benteng-bentengan, petak umpet, tendang kaleng, lompat tali, congklak, sampai bola kasti bubar. Dari jauh, Marsose yang melihat anak-anak berlarian seperti kesetanan pun ikut heran. Larilah pula ia ke tepi jalan.

“Ade ape sih pade lelarian?”

“Ada banwir, Bang Marsose….” Kata satu anak.

“Bukaan. Bangwir!”

“Blangwir.”

“Blangbir tahuuu…”

“Blambir. Pake M, bukan NG.”

“Brangwir. Sok tahu banget lu bocah…”

“Brambir.” Sampir mengelepak kepala sebelahnya.

“Ban-uwiiir.”

Semuanya sewot. Tinggal panggil bandar judi, jadilah itu barang haram judi pinggir jalan. Tapi, daripada berjudi, main taruh-taruhan siapa yang paling benar, Marsose mendamaikan semua pihak yang bertengkar. “Hus, jangan jadi kayak calon gubernur dong, pade berantem aje,” kata Marsose.

Karena beda orangtua, beda kakek nenek, beda lingkungan, beda bacaan, informasi bisa menjadi terdistorsi sedemikian rupa. Bahkan, masing-masing meyakininya dengan sepenuh hati seperti kitab suci. Maka, mencari sumber yang valid itu penting supaya silang pendapatnya tidak seperti kanak-kanak.

Marsose mengajak ke warung internet yang setiap kali buka layar komputer ada gambar lumba-lumbanya. “Nih…. Lu bace deh semuaaa.”

 

brandweer-heerenveen
Nah, bacanya: BRAN-WIR. Sumber: http://grootheerenveen.nl/2017/09/15/zorgen-paraatheid-brandweer-heerenveen/

 

 

 

“Blanwil, Bang.” Tiba-tiba kepala bocah tiga tahun nongol di samping Marsose.

Iya aja dah. Ya, apapun disebutnya, asal jangan sebut Bang Jawir saja. Nanti dia melongok dari jendela rumahnya sambil lempar sendal ke muka ente.

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on twitter
Share on Twitter
Share on linkedin
Share on Linkdin
Share on pinterest
Share on Pinterest

Leave a comment

Persekot
26 Januari 2018
Pagi-pagi, Marsose datang menemui Cing Aji di warung kopi yang ternyata juga menjual teh manis, kacang...
Dari Winkel ke Bengkel
12 Januari 2018
Bale-bale di depan rumah Cing Aji memang biasa dipakai buat kumpul-kumpul. Banyak obrolannya. Istilahnya:...
Kasbon
05 Januari 2018
Tanggal sudah tua. Kalau sudah tua, biasanya memang banyak doa, rajin ibadah, dan memohon pertolongan....
Jongos Bukan Pembantu?
30 November 2017
Baru sore ini Bang Jali ikut duduk-duduk di depan rumah Cing Aji. Biasanya, Bang Jali pulang larut malam....
Prasmanan, Makan a la Orang Perancis
24 November 2017
Cing Aji lagi sibuk bukan kepalang. Anaknya yang ketiga mau disunat untuk yang, insya Allah, pertama...
Bakso Senewen, Eh Urat!
17 November 2017
"Senewen" pada mulanya berasal dari bahasa Belanda: "Zenuwen". Arti aslinya adalah 'saraf' atau 'urat'."Ente...