aafuady.com

Dari Winkel ke Bengkel

Bale-bale di depan rumah Cing Aji memang biasa dipakai buat kumpul-kumpul. Banyak obrolannya. Istilahnya: kongkow-kongkow. Kalau masuk tivi, berubah jadi: tolk-sow. Kalau di riungan ibu-ibu, namanya: gosip arisan. Kalau di pengajian… ustadz-nya bilang: itu ghibah, ngomongin oraaang, dossaaa, istighfaaar. Tobat deh ente semua!

Sampailah cerita tentang anak perempuan Bang Rojali. “Anak perempuan kerja di bengkel, kagak pantes. Babe-nya gimane sih ngajarin anak kagak becus begitu. Kalo di tokoooo, pantesan dikit dah.”

Marsose angkat tangan. Interupsi, katanya. Sok-sokan kepingin jadi wakil rakyat. Nah, kalau wakil rakyat lagi kongkow-kongkow, namanya: SIDANG PARIPURNA. Marsose mirip-mirip begitulah –sambil teriak berkali-kali, “Pimpinan sidang, pimpinan sidang…. Pimpinan sidaaaaaaannnggg!!”

Rupanya Marsose mau bilang. Asa muasal kata “Bengkel” adalah “Winkel” [B. Belanda]. Artinya ‘toko’. Alkisah di Kampung Kompeni, kebanyakan yang bekerja di took adalah laki-laki. Jadi, dulu tidak ada suara-suara yang panggil-panggil genit, “Kakak, dilihat barangnya dulu Kakaakk… Kakkaaaakk….” Mungkin karena sekarang banyak kakak durhaka yang tidak mengakui adiknya sendiri, maka banyak adik-adik yang ketelingsut dan hilang di pasar, khususnya i-te-ce.

Nah, toko-toko yang diisi pekerja lelaki tersebut kebanyakan memang berurusan dengan perkakas. Jadilah kalau ditanya, “Kerja di mana, Broww?” Di winkel. (muncullah background musik: winkel, winkel, little star)

 

winkel
Sumber: https://www.centrumnijmegen.nl/winkels/overig/de-winkel-van-sinkel

 

Eh, dasar orang Belanda kalau bicara suaranya tidak jelas. Grenyem-grenyem. Mulutnya tidak dibuka lebar kayak setiap ke dokter gigi. Jadilah orang di Kampung Kompeni salah mendengar. ‘Winkel’  terdengar sebagai ‘bengkel’. Tidak percaya? Coba deh, suara ente diserak-serakin dikit, mulut bentuk huruf O. Sebut “Winkel” tiga kali.

Bento, Bento, Bento…. Eh,Winkel, Winkel, Winkel….

Berubah jadi bengkel? Coba terus sampai terdengar ‘bengkel’. Setelah itu, ente layak jadi bule.

.

.

.

.

.

Udah,udah. Minum air yang banyak gih….

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on twitter
Share on Twitter
Share on linkedin
Share on Linkdin
Share on pinterest
Share on Pinterest

Leave a comment

Persekot
26 Januari 2018
Pagi-pagi, Marsose datang menemui Cing Aji di warung kopi yang ternyata juga menjual teh manis, kacang...
Banwir, Bangwir, Blangwir, Brangbir....
22 Januari 2018
Nguing-nguwing-nguwing-nguwing   Anak-anak sontak berhamburan ke tepi jalan. Semua permainan, dari...
Kasbon
05 Januari 2018
Tanggal sudah tua. Kalau sudah tua, biasanya memang banyak doa, rajin ibadah, dan memohon pertolongan....
Jongos Bukan Pembantu?
30 November 2017
Baru sore ini Bang Jali ikut duduk-duduk di depan rumah Cing Aji. Biasanya, Bang Jali pulang larut malam....
Prasmanan, Makan a la Orang Perancis
24 November 2017
Cing Aji lagi sibuk bukan kepalang. Anaknya yang ketiga mau disunat untuk yang, insya Allah, pertama...
Bakso Senewen, Eh Urat!
17 November 2017
"Senewen" pada mulanya berasal dari bahasa Belanda: "Zenuwen". Arti aslinya adalah 'saraf' atau 'urat'....