aafuady.com

Prasmanan, Makan a la Orang Perancis

Cing Aji lagi sibuk bukan kepalang. Anaknya yang ketiga mau disunat untuk yang, insya Allah, pertama kali dan sekali-kalinya ini saja. Marsose yang harus menjadi tetangga yang baik, sholeh dan suka menolong ikut terlibat dalam persiapan yang lebih mirip kawinan. Tenda dipasang, pelaminan disiapkan. Lebih-lebih, ondel-ondel dan delman sudah siap mengarak anak yang besok akan menempuh bentuk barunya itu. Hanya saja, tidak ada penghulu. Repot urusannya kalau sunat pakai ijab qabul, “Saya terima …..” Yang ada malah si anak jejeritan sambil tangan-kakinya dipegang dari tujuh penjuru mata angin.

 

fransman
Fransman, alias Orang Perancis. Gambar diambil dari: https://infofrankrijk.com/dagelijks-leven/franse-gewoonten/

 

Istri Cing Aji nyeletuk, “Ini nanti makannye prasmanan ape dibesekin[1] aje?”

 

Bagi yang doyan makan yang bisa diambil sendiri, pasti lebih suka prasmanan. Apalagi urusan kondangan. Cukup masukin duit sedikit di amplop, celupin ke kotak, bisa makan sepuasnya sambil putar-putar gazebo sampai lupa salaman dengan pengantin. Belum berhenti jika tujuan utama para mahasiswa berkantok cekak yang datang kondangan: break even point! Kalau sudah jadi pejabat, jangan hitung BEP, bisa muter-muter di situ sampai minggu berikutnya karena amplop yang dicemplungin kadung tebalnya minta ampun terkena tulah nasib jadi pejabat.

 

Makan ambil sendiri itu kebiasaan Fransman [B. Belanda], sebutan bagi orang Perancis dalam bahasa Belanda. Alih-alih disebut sebagai buffet, orang-orang di Kampung Kompeni lebih terbiasa menyebutnya sebagai makan Fransman-an, alias prasmanan. Makan gaya-gayaan ala orang Perancis,  begitu.

 

Makanya, kalau nanti mau kondangan dan ditanya sama tetangga: mau ke mana? Bilang, “Mau ke Perancis!”

 

Gayaaaa…

 

[1] Besek [B. Betawi]: makanan yang disiapkan untuk dibawa pulang setelah kenduri

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on twitter
Share on Twitter
Share on linkedin
Share on Linkdin
Share on pinterest
Share on Pinterest

Leave a comment

Persekot
26 Januari 2018
Pagi-pagi, Marsose datang menemui Cing Aji di warung kopi yang ternyata juga menjual teh manis, kacang...
Banwir, Bangwir, Blangwir, Brangbir....
22 Januari 2018
Nguing-nguwing-nguwing-nguwing   Anak-anak sontak berhamburan ke tepi jalan. Semua permainan, dari...
Dari Winkel ke Bengkel
12 Januari 2018
Bale-bale di depan rumah Cing Aji memang biasa dipakai buat kumpul-kumpul. Banyak obrolannya. Istilahnya:...
Kasbon
05 Januari 2018
Tanggal sudah tua. Kalau sudah tua, biasanya memang banyak doa, rajin ibadah, dan memohon pertolongan....
Jongos Bukan Pembantu?
30 November 2017
Baru sore ini Bang Jali ikut duduk-duduk di depan rumah Cing Aji. Biasanya, Bang Jali pulang larut malam....
Bakso Senewen, Eh Urat!
17 November 2017
"Senewen" pada mulanya berasal dari bahasa Belanda: "Zenuwen". Arti aslinya adalah 'saraf' atau 'urat'....